November 2nd, 2009

Jika kehidupan manusia sudah terkomputerisasi, apa yang akan di lakukan manusia?

Dengan tema seperti diatas,  kita akan berandai-andai. Coba mari kita bayangkan sama-sama, semua kegiatan sehari-hari kita diatur oleh semua mesin-mesin yang dapat melakukan semua hal yang biasa kita lakukan sebagai manusia. Semua serba mudah, hanya dengan sentuhan tangan, semua masalah terselesaikan. Belum lagi berbagai fitur pada handphone telah disematkan layaknya komputer dalam genggaman. Tak lupa salah satu sahabat pelajar, yaitu WIKIPEDIA dan mbah GOOGLE yang selalu membantu kita mengerjakan berbagai tugas hehehehe :)

Satu persatu masalah dan tugas-tugas terselesaikan, namun sebenarnya masalah baru pun muncul tanpa kita sadari. Masalah itu adalah MALAS. Kita akan dibuat malas oleh teknologi, tapi memang itulah kenyataannya.

Jika semua kehidupan sudah terkomputerisasi, maka bisa kita bayangkan, kita akan hidup di kelilingi oleh mesin-mesin yang bisa melakukan semua secara otomatis dengan program-program tertentu, tak lupa dengan akan semakin banyaknya robot-robot seperti manusia yang berkeliaran, layaknya film-film kartun doraemon, wall-e, astro boy, or something like that. Atau beberapa film fiksi ilmiah seperti i-Robot (2004) mendeskripsikan masalah baru ketika Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan) dibuat dalam taraf yang berlebihan pada robot, Artificial Emotion (Emosi Buatan). Jadi, sebuah robot bisa menentukan mana yang benar dan mana yang tidak secara manusiawi dan robot itu pun diusut dan dijadikan tersangka pembunuhan (karena membunuh penciptanya).
Lain lagi dengan film The Surrogates (2009) ketika manusia menggunakan robot pengganti untuk beraktivitas dan dikendalikan dari dalam rumah dengan sebuah alat yang secara stimultan mengunggah (meng-upload) apa yang kita pikirkan kepada robot dan apa yang dirasakan robot akan diunduh kembali ke pikiran kita (namun rasa sakit tidak). Masalah timbul ketika sebuah senjata malah diciptakan untuk membunuh robot dan operatornya sekaligus (operator akan mengalami pencairan otak).

Gimana, serem kan kalo seandainya itu benar terjadi?? saat ini berbagai kompetisi dan penelitian dilakukan untuk membuat robot semakin mirip dengan manusia, contohnya seperti video ini (kebanyakan dari jepang):

Apa yang ada dipikiran Anda setelah melihat video itu? awesome! but actually it was scary, because it will kill the human population. Apa yang kita lakukan jika itu terjadi, apalagi bagi negara-negara berkembang yang kurang mempunyai SDM yang berkualitas. Mungkin apabila memang itu harus terjadi, mulai sekarang kita harus menyiapkan diri untuk menjadi SDM yang berkualitas agar tak tergerus oleh perkembangan zaman.

Semoga hal itu tidak terjadi seburuk demikian. Bagaimanapun teknologi tidak akan boleh mengalahkan penciptanya sendiri. Sama seperti manusia yang tidak akan pernah mengalahkan penciptanya sendiri :)

(RSS 2.0, Trackback)

Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image