February 17th, 2010

Tugas 1 IBD

Hai.. pertama-tama saya mau memperkenalkan diri dulu. Nama saya Putri Meidina, mahasiswi Universitas Gunadarma angkatan 2009 jurusan Sistem Informasi. Saya kelahiran Jakarta 4 Mei 1991, saya keturunan berdarah Minang, Sumatera barat. Tapi kalo pulang kampung saya tidak pernah pulang ke Bukit Tinggi hahaha.. kenapa?? karena keluarga saya yang dari mama tinggal di Aceh dan kalau dari Papa tinggal di Medan, jadi kalau pulang kampung ya kedua daerah itu hehehe..

Okay, saya akan  mulai menyampaikan opini saya tentang kebudayaan di Indonesia.

Waduh, kalau membicarakan tentang kebudayaan Indonesia susah juga ya, masalahnya banyak banget. Itulah makanya betapa harusnya kita bersyukur bisa hidup sebagai warga negara Indonesia. Hidup ditengah keberagaman budaya, suku, agama, ras. Belum lagi indahnya Nusantara kita ini sebagai jamrud khatulistiwa. Terkadang saya suka sedih banyak rakyat Indonesia hanya bisa memicingkan mata, sambil menggerutu dengan keadaan negara kita sekarang tanpa berbuat apa-apa. Padahal mereka pun belum bisa berbuat apa-apa untuk menjadi negara kita lebih baik. Setidaknya jangan lah hanya mencaci maki tapi lebih baik diam dan berbuat sesuatu. Apalagi tentang aksi demo besar-besaran kemarin yang diikuti oleh beberapa perkumpulan mahasiswa. Memang si negara demokrasi tapi tetep aja malah demo-demo seperti itu terkadang terkesan useless. Wah saya malah ngelantur, oke back to main topic.

Untuk membicarakan opini tentang kebudayaan Indonesia ruang lingkup nya luas banget makanya disini saya mau memberikan pendapat saya tentang beberapa kebudayaan kita yang telah ‘diaku-akui’ oleh negara tetangga. Ya siapa si yang ga tau masalah ini, apalagi kita disini sebagai korbannya. Jadi sudah banyak yang sudah diaku-akui oleh Malaysia sebagai kebudayaannya Malaysia, contohnya kasus pada iklan visit Malaysia yang malah menampilkan kebudayaan-kebudayaan kita, lalu diaku-akuinya tari pendet, batik, keris, wayang, reog, angklung, kain ulos, lagu rasa sayang sayange, tari piring, rendang (loh? kok bisa ya? hahaha), dan masih banyak lagi. Oh iya yang paling bikin kesel karena kita saling berseteru nah ada pihak-pihak yang tak bertanggung jawab merubah lirik-lirik dari lagu kebangsaan kita, yaitu Lagu Indonesia Raya. Disitu kata-kata dari liriknya diubah-ubah menjadi kata-kata yang tak sopan, bener-bener bikin kesel. Pertama dalam menanggapi kasus ini kita sebagai korban otomatis akan geram, kesel, marah dsb. Yailah marah, kebudayaan kita di ambil, ya nggak?  Tapi kita harus bertanya juga, kenapa itu bisa terjadi, dan terjadi berkali-kali. Kemana para pemerintah, menteri kebudayaan kita? Malu banget, bisa terulang kejadian yang sama oleh pelaku yang sama pula.

Dalam menyikapi hal ini ya selain ngomel-ngomel (nggak ngaruh juga ya? hehehe), musti koreksi diri juga kita. Nah disini la peran pemerintah. Kesalahan kita adalah tidak mendaftarkan kebudayaan kita menjadi hak paten. Nah karena sudah banyak yang protes akhirnya menteri kebudayaan langsung bertindak mendaftarkan kebudayaan-kebudayann kita kepada UNESCO, malah sempet Pak SBY mengajak rakyat Indonesia memakai batik pada tanggal 2 Oktober 2009 karena bersamaan dengan pengumuman dari UNESCO yang ditetapkannya bahwa batik adalah warisan budaya asli Indonesia, cihuy.. senangnyaaaaa..  Malah sekarang untuk beberapa instansi, kalau hari jumat pada mengenakan batik lho.. Bahkan Adidas pun mengakui batik ini milik Indonesia, ihh bangga nyaaa..

Lebih seneng lagi ternyata pemuda-pemudi Indonesia memang sangat aware tentang masalah ini, pada cinta banget deh dengan Indonesia, nah saking cintanya para Hacker ikut-ikutan berpartisipasi, nah bentuk partisipasinya yaitu nge-hack situs-situs malaysia bahkan sampai 100 situs, waw.. hahaha Pada hari kemerdekaan malaysia pada tanggal 31 agustus 2009 para hacker kembali nge-hack situs-situs malaysia. Walaupun agak terkesan gimana gitu ya, tapi disini setidaknya ada kepuasan tersendiri hahaha.. Nah sebagai pemuda-pemudi Indonesia baiknya kita ikut melestarikannya, terkesan sangat klise ya kata-kata nya tapi ya memang itu la kenyataannya, itu yang musti kita lakukan. Misalnya nggak malu untuk memakai batik, apalagi sekarang batik bermacem-macem motif dan modelnya jadi ga ‘old school’ deh kalo kita memakainya. Jangan malu juga menggunakan berbagai produk Indonesia. Jangan sok kebarat-baratan deh. Nah ini dia, jangan nambahin pemasukkan devisa mereka, karena saya dengar berita kalau negara kita ini menjadi pemasok kedua terbesar ke Malaysia setalah Singapura. Jumlah total kunjungan wisatawan Indonesia ke negeri Jiran itu mencapai hampir 2,5 juta orang, selama 2009 lalu. Mereka tak hanya untuk rekreasi tapi juga pemeriksaan kesehatan dll. Waduh kalo kita jalan-jalan keliling Indonesia aja sudah cukup sebenarnya, negara kita kan sangat luas belum lagi kebudayaannya beraneka ragam dan pemandangan karya Ilahi yang menakjubkan. So, mending keliling Indonesia daripada nambahin pemasukkan devisa mereka. Ya kan? Kalau masalah kesehatan, negara kita ngga kalah hebat kok dokter-dokternya soalnya saya dengar dari papa saya, dulu malahan mereka itu banyak belajar dari kita, jadi guru-guru kita dibawa kesana malah, nah kan kok sekarang jadi terbalik gini ya?

I LOVE INDONESIA

Ya sudah sekian dari saya, maap jika ada salah-salah kata, maklum penulis amatir hehehe..

January 8th, 2010

UU ITE?? Perlukah?

Sebenernya saya agak ‘takut’ untuk membahas ini, masalahnya ya pasti karena takut ada yang tersinggung terus kejerat UU ITE lagi hehehe :p Ya tapi saya akan coba bahas menurut pendapat saya sendiri. Tapi jujur nih ya saya pun kurang mengikuti kasusnya mbak Prita, karena terlalu lama prosesnya. Jadi saya  akan menyatakan pendapat saya sepengetahuan saya saja, ya maap-maap ya kalo ada yang kurang-kurang hehehe..

Setelah melihat berbagai macam kasus yang menyangkut adanya UU ITE, misalnya kasusnya mbak Prita, lalu yang kurang terekspos kasusnya Khoe Sheng Sheng, dan yang paling update sekarang kasusnya si cantik Luna Maya. Sebenernya masih banyak lagi yang bernasib sama seperti mereka, namun mereka lah yang beruntung mendapat dukungan dari berbagai pihak, media khususnya.

Ini nih wajah dari Khoe Sheng Sheng, bagi yang belum tau.

Mulai dari kasus Mbak Prita, yang hanya ingin berbagi masalahnya (curhat gitu) melalui E-mail (surat elektronik) atas kurangnya pelayanan masyarakat yang baik. Istri dari Andry Nugroho itu dijerat pasal berlapis yakni pasal 27 ayat 3 UU ITE dan pasal 310 KUHP pencemaran nama baik dengan serta pasal 311 KUHP. Lalu tidak jauh beda dengan Prita, pria yang biasa di panggil Aseng ini hanya mengirimkan surat pembaca yang berisi keluhannya terhadap status stan miliknya di ITC Mangga Dua, Jakarta Utara. Khoe seng dijerat KUHP dengan pasal 310 (pencemaran nama baik), 335 (perbuatan tak menyenangkan), dan 314 (fitnah). Next, Luna maya. Luna kena kasus gara-gara main twitter trus menyinggung-nyinggung media infotainment, setau saya si begitu.

Setelah saya googling, eh nemu deh ini sepotong dari UU ITE yang kontroversial itu:

BAB VII
PERBUATAN YANG DILARANG

Pasal 27
(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak
mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau
membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau
Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang
melanggar kesusilaan.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak
mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau
membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau
Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.
(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak
mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau
membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau
Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan
dan/atau pencemaran nama baik.
(4) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak
mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau
membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau
Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan
dan/atau pengancaman.

Pasal 28
(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan
berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan
kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan
informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa
kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Pasal 29
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan
Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi
ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan
secara pribadi.

Pasal 30
(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan
hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik
milik Orang lain dengan cara apa pun.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan
hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik
dengan cara apa pun dengan tujuan untuk memperoleh
Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.
(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan
hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik
dengan cara apa pun dengan melanggar, menerobos,
melampaui, atau menjebol sistem pengamanan.

Nah ini denda nya:

BAB XI
KETENTUAN PIDANA
Pasal 45

(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau
ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6
(enam) tahun dan/atau denda paling banyak
Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

(2) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) atau ayat (2) dipidana
dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun
dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu
miliar rupiah).


(3) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 29 dipidana dengan pidana penjara
paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling
banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Pasal 46
(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 30 ayat (1) dipidana dengan pidana
penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda
paling banyak Rp600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).

(2) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 30 ayat (2) dipidana dengan pidana
penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling
banyak Rp700.000.000,00 (tujuh ratus juta rupiah).

(3) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 30 ayat (3) dipidana dengan pidana
penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda
paling banyak Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta
rupiah)
.

sumber:www.depkominfo.go.id

Langsung aja ya, jadi nih menurut saya masih banyak yang perlu direvisi dari UU tersebut, karena so far UU tersebut bukannya membuat kita lebih aman, tapi sebagai pengguna internet atau sering bermain dengan dunia maya membuat kita terkekang, terbatasi dalam memberikan pendapat kita dalam suatu pelayanan masyarakat, padahal kan katanya Negeri tercinta kita ini negara demokrasi, tapi dengan adanya hal ini seperti kembali ke orde baru. Seharusnya UU ITE ditujukan untuk berbagai transaksi elektronik sebagai cara menghindari cyber crime, bukan untuk masyarakat yang ingin curhat :p Lalu, jangan lupa mengikutsertakan orang-orang IT agar tak salah kaprah dalam membuat UU. Setelah itu sosialisasikan kepada masyarakat luas, ini penting, jangan dianggap sepele.

Eh iya ada info nih, katanya bakalan ada Undang-undang Tindak Pidana Teknologi Informasi (UU TIPITI). Nah katanya ini gantiin si UU ITE yang kontroversial itu. Terus katanya juga ini lebih mengekang para pengguna internet. waduh kok malah makin serem ya, hahaha oke la we’ll see.. mudah-mudahan UU nya bener-bener ya, ya maksudnya tertuju dengan benar lah.. hihihi..

Yang mau liat UU TIPITI nih ada:

http://74.125.153.132/search?q=cache:FQ-ML9xizlAJ:kambing.ui.ac.id/bebas/v17/com/ictwatch/data/ruu-tipiti-final.doc+RUU+TIPITI&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id

Sekian dari saya, maap maap ya kalo ada salah salah kata hehehe.. :)

December 9th, 2009

Perbedaan Pendapat

Perbedaan pendapat dalam suatu forum diskusi adalah suatu hal yang sangat-sangat wajar, tinggal bagaimana kita sebagai peserta forum diskusi itu menanggapinya. Contoh kasus nya adalah seperti ini.

Jika kita adalah seorang mahasiswa yang menghadiri sebuah forum diskusi yang berbeda-beda fakultas kemudia terjadi poerbedaan pendapat yang mana pendapat kita sudah benar tapi disanggah oleh mahasiswa lain yang berbeda fakultas dan jurusan. Bagaimana kita menyikapi hal tersebut, apa yang harus kita lakukan?

Ya pastinya dalam mengungkapkan suatu pendapat dalam suatu forum kita harus yakin dengan pendapat yang telah kita kemukakan, jadi jika memang kita yakin dengan pendapat kita, ya jangan ragu. Tetap hargai pendapat orang lain saat berdiskusi, itu hal penting. Kita dengarkan dulu dengan baik-baik apa pendapat mereka, jika memang menurut kita pendapat kita masih lebih benar dari mereka, dan ada yang bisa kita sanggah atau kita berikan komen dari pendapat tersebut ya kemukakanlah. Namun yang paling penting apapun hasil akhir dari forum diskusi tersebut, jike memang mencari jalan keluar dari suatu masalah, sebaiknya di musyawarahkan dengan kepala dingin sehingga  menemukan jalan akhir yang dapat diterima oleh semua peserta musyawarah dengan tidak menguntungkan salah satu pihak saja.

Intinya walau kita merasa pendapatk kita paling benar, namun kita juga musti saling menghargai pendapat orang, karena perbedaan lah yang membuat hidup kita lebih indah..

salam perdamaian..

December 9th, 2009

Jika terpilih menjadi relawan, bersediakah?

Ketika saya terpilih menjadi relawan yang akan dikirim ke lokasi bencana dari kampus tetapi tidak dibayar (ya iya la ga di bayar, namanya juga relawan :p), pilihannya bersediakah untuk menerima tawaran itu?

well, untuk saya sendiri, saya tidak bersedia, bukan karena saya tidak memiliki jiwa sosial lho saya tidak menerima tawaran ini, bukan juga karena tidak dibayar. Saya mempunyai alasan sendiri, yaitu karena untuk saya sendiri, disini saya masih punya tanggung jawab yang menurut saya harus saya selesaikan tepat waktu, yaitu kuliah saya. Jika memang saya tidak mempunyai kegiatan apapun saya sangat senang bisa menjadi relawan, tetapi disini, saat ini saya mempunyai tugas yang lebih penting dan itu merupakan janji saya terhadap orang tua agar menyelesaikan kuliah tepat waktu, saya pun percaya masih banyak kawan-kawan yang lainnya yang lebih pantas menjadi relawan. Saya sangat menyukai sesuatu yang berhubungan dalam bidang sosial, apalagi tentang medical. Tapi untuk saat ini, jika saya terpilih, maaf saya tidak bersedia untuk ikut menjadi relawan. Dari jauh akan saya kirim doa untuk para korban dan teman-teman yang dengan ketulusan hati mereka bersedia menjadi relawan.. :)

November 2nd, 2009

Jika kehidupan manusia sudah terkomputerisasi, apa yang akan di lakukan manusia?

Dengan tema seperti diatas,  kita akan berandai-andai. Coba mari kita bayangkan sama-sama, semua kegiatan sehari-hari kita diatur oleh semua mesin-mesin yang dapat melakukan semua hal yang biasa kita lakukan sebagai manusia. Semua serba mudah, hanya dengan sentuhan tangan, semua masalah terselesaikan. Belum lagi berbagai fitur pada handphone telah disematkan layaknya komputer dalam genggaman. Tak lupa salah satu sahabat pelajar, yaitu WIKIPEDIA dan mbah GOOGLE yang selalu membantu kita mengerjakan berbagai tugas hehehehe :)

Satu persatu masalah dan tugas-tugas terselesaikan, namun sebenarnya masalah baru pun muncul tanpa kita sadari. Masalah itu adalah MALAS. Kita akan dibuat malas oleh teknologi, tapi memang itulah kenyataannya.

Jika semua kehidupan sudah terkomputerisasi, maka bisa kita bayangkan, kita akan hidup di kelilingi oleh mesin-mesin yang bisa melakukan semua secara otomatis dengan program-program tertentu, tak lupa dengan akan semakin banyaknya robot-robot seperti manusia yang berkeliaran, layaknya film-film kartun doraemon, wall-e, astro boy, or something like that. Atau beberapa film fiksi ilmiah seperti i-Robot (2004) mendeskripsikan masalah baru ketika Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan) dibuat dalam taraf yang berlebihan pada robot, Artificial Emotion (Emosi Buatan). Jadi, sebuah robot bisa menentukan mana yang benar dan mana yang tidak secara manusiawi dan robot itu pun diusut dan dijadikan tersangka pembunuhan (karena membunuh penciptanya).
Lain lagi dengan film The Surrogates (2009) ketika manusia menggunakan robot pengganti untuk beraktivitas dan dikendalikan dari dalam rumah dengan sebuah alat yang secara stimultan mengunggah (meng-upload) apa yang kita pikirkan kepada robot dan apa yang dirasakan robot akan diunduh kembali ke pikiran kita (namun rasa sakit tidak). Masalah timbul ketika sebuah senjata malah diciptakan untuk membunuh robot dan operatornya sekaligus (operator akan mengalami pencairan otak).

Gimana, serem kan kalo seandainya itu benar terjadi?? saat ini berbagai kompetisi dan penelitian dilakukan untuk membuat robot semakin mirip dengan manusia, contohnya seperti video ini (kebanyakan dari jepang):

Apa yang ada dipikiran Anda setelah melihat video itu? awesome! but actually it was scary, because it will kill the human population. Apa yang kita lakukan jika itu terjadi, apalagi bagi negara-negara berkembang yang kurang mempunyai SDM yang berkualitas. Mungkin apabila memang itu harus terjadi, mulai sekarang kita harus menyiapkan diri untuk menjadi SDM yang berkualitas agar tak tergerus oleh perkembangan zaman.

Semoga hal itu tidak terjadi seburuk demikian. Bagaimanapun teknologi tidak akan boleh mengalahkan penciptanya sendiri. Sama seperti manusia yang tidak akan pernah mengalahkan penciptanya sendiri :)

October 28th, 2009

Promosi Jualan Lewat FB???

Artikel ini terinspirasi ketika saya di add dan saya men-add beberapa account fb yang menjual barang-barang dagangannya secara online. Lalu saya pun sering di tag beberapa foto dari dagangan mereka. Bahkan brand-brand besar pun ada bertindak macam itu. Padahal sebenarnya, promosi-promosi seperti itu menyalahi aturan Facebook. Jadi, saya akan mencoba beropini tentang fenomena ini.

Oke, sebelum itu kita mulai dengan melihat aturan-aturan dari sang Facebook, aturan itu bisa kita lihat disini: http://www.facebook.com/terms.php?ref=pf

Facebook Terms and Conditions (Can change without notices):
Section 3, Point 9 (Bagian 3, Poin 9)

You will not offer any contest, giveaway, or sweepstakes (”promotion”) on Facebook without our prior written consent. If we consent, you take full responsibility for the promotion, and will follow our Promotions Guidelines and all applicable laws.
Anda tidak akan menawarkan kontes, pemberian atau promosi di dalam Facebook tanpa persetujuan tertulis kami. Jika kami setuju, anda bertanggung jawab penuh terhadap apa yang anda promosikan, dan mengikuti Petunjuk Promosi kamu dan semua hukum yang berlaku.

Section 4, Point 2 (Bagian 4, Poin 2)
You will not use your personal profile for your own commercial gain (such as selling your status update to an advertiser).
Anda tidak akan menggunakan profil pribadi anda untuk mendapatkan keuntungan komersial (seperti menjual pembaharuan status anda ke pengiklan).

Nah jadi setelah membaca peraturan diatas sudah jelas bahwa, bila kita melakukan suatu promosi secara komersial, Tindakan mereka juga bisa dibilang sebagai tindakan yang tidak sesuai (abusive) karena berjualan bukan di tempatnya.

Mungkin bagi sebagian dari mereka, ada yang tak sadar kalo mereka sudah menyalahi aturan. Begitulah zaman sekarang, berusaha mencari cara se instant dan sehemat mungkin demi keuntungan pribadi.

Mau promosi???
Tentunya tidak mudah untuk berada di ‘jalan yang benar’ karena mungkin prosedurnya memang sulit di Facebook dan Dollar (beuhhh ribet kan mainnya pake dollar hehehe)

Kesimpulannyaaaa..
Facebook memang tempat yang bagus untuk promosi, tapi ingat, Facebook pun punya segudang peraturan yang harus anda baca dan ingat. Sebelum menggunakan Facebook, diharapkan untuk membacanya terlebih dahulu.

October 28th, 2009

Orang Tua Kita Fesbukan? Add ga yah?

Facebook yang populer saat ini dan menumbangkan dua situs jejaring sosial, Friendster dan MySpace, telah menimbulkan paradigma baru. Facebook yang sebenarnya punya peraturan ketat namun dengan antarmuka yang lebih bebas pun tetap saja bisa kecolongan dengan ulah-ulah nakal para penggunanya. Banyak pengguna Facebook akan merasa risih jika orangtuanya hadir dalam situs jejaring sosial itu. Nah, ketika pertanyaan tersebut ditanyakan kepada saya, jawabannya iya. Mengapa? Orang tua pada dasarnya memandu kita dan mendidik kita ke jalan yang benar. Hal itu berlaku di jaringan dunia maya seperti Facebook. Secara tidak langsung, kita akan “Ah, ada ortu gue, ga jadi dah, tar diomelin”, dan seperti itu dan seperti itu. Secara psikis, kita pasti punya sesuatu yang ditakutkan dengan nyata (maksudnya, beberapa orang pasti ada yang tidak kuat agamanya dan kesadaran akan Tuhan ada yang kurang). Tentunya hal itu akan mendukung kita untuk menjadi manusia yang baik, di kehidupan nyata dan maya (bukan akhirat, kita gak ngomongin agama :D ).
Bisa diibaratkan begini, kebanyakan orang Indonesia pun ada yang memperbaharui statusnya tentang apa yang dilakukan dia atau sedang ada dimana. Malah terkadang status-status facebooknya menjatuhkan harga diri nya sendiri. Nah, para orang tua bisa memanfaatkan celah ini untuk mengawasi anaknya sehingga para orang tua bisa meminta tanggung jawab dan konsekuensi dari apa yang dilakukan sang anak, baik positif ataupun negatif.
Yah, memang tidak ada sisi negatif yang berarti dari penambahan orang tua sebagai jaringan teman di situs jejaring sosial, sehingga tindakan ini sangat sangat disarankan. Semua itu tergantung dari seberapa gaul Orang Tua anda untuk ikut-ikutan tren atau memang ingin mengawasi saja dan anda sendiri. an kita sebagai anak, bisa juga mengontrol balik apa yang saja yang dilakukan orangtua kita melalui facebook, karena orangtua saya pun sudah mempunyai account facebook, hahahah..
September 14th, 2009

Internet it’s our life style!

Di zaman serba gadget sekarang ini, semua kehidupan kita lebih mudah. Apalagi sekarang lagi heboh-hebohnya FACEBOOK, TWITTER dan BLACKBERRY.

coba deh pada perhatiin sekarang klo ada yang namanya antri mengantri semua nya pada anteng, pada megang BB/ponsel biasa. yang pegang BB klo pada sanggup bayar perbulan nya ya pada BBM-an, nah yg ga sanggup paling buat facebook-an atau bermain di mini blog/twitter.

apalagi para artis ibukota kita juga pada ketagihan nge-twit, menurut gw si itu wajar aja, toh mereka banyak kegiatan jadi bisa update trus.

hmmm buat yang berlangganan internet di rumah biasanya rata-rata yang suka main game online, ana-anak cowo terutama, karena mereka bisa main game online sepuasnya, apalgi para provider internet sekarang pada heboh perang tarif. bahkan ada juga yang ngebundling laptop dengan salah satu provider internet.

saykoji pun pintar banget bikin lagu ONLINE di timing yang pas, alhasil RBT nya laku abis, tapi emang saykoji hebat banget, gw aja jd ngefans, apalagi sesama kaskuser hihihi..

akhir kata emang kita butuh banget internet saat ini, mau apapapun semua ada di internet, tinggal duduk di depan komputer semua bisa kita dapetin!!